Tale of an Aquarium

Seorang guru bijak berdiri dihadapan murid-muridnya. Dengan tenang diambilnya sebuah akuarium kecil yang terbuat dari kaca yang bulat. Kemudian ia memasukkan ke dalamnya beberapa bola golf hingga penuh. Ia lalu bertanya kepada muridnya apakah akuarium itu telah penuh. Para murid setuju melihat kondisi akuarium yang telah diisi penuh oleh bola golf.

Sang Guru kemudian mengambil batu-batu kerikil berbagai ukuran kemudian mengisinya ke dalam akuarium. Ia kembali bertanya apakah akuarium tersebut telah penuh. Para murid sedikit agak malu akan jawaban mereka yang pertama, kembali mengangguk dan menyetujui secara aklamasi bahwa akuarium tersebut telah penuh.

Kembali sang Guru mengambil sekantung pasir dan menumpahkannya ke dalam akuarium hingga terisi penuh. Dengan tanpa ekspresi ia menanyakan pertanyaan yang sama seperti pada awal demonstrasinya. Kali ini para murid mulai tertawa mengingat keluguan mereka dan dengan lantang berkata “kali ini sudah penuh guru.”

Sang Guru kemudian mengambil dua cangkir kopi dan menuangkannya ke dalam akuarium itu dan anehnya masih ada ruang dalam akuarium itu.

Guru itu lalu berkata, akuarium ini melambangkan hidup anda, bola golf melambangkan prioritas terpenting dalam hidup anda, seperti suami-istri, anak2, kesehatan anda. Semua prioritas yang saya sebutkan adalah hal yang sangat penting. Batu-batu kerikil adalah prioritas kedua yang penting, pasir melambangkan hal2 sepele dalam hidup anda. Jika anda menaruh pasir terlebih dahulu ke dama akuarium maka tidak akan cukup ruang untuk meletakkan bola2 golf dan kerikil.” Kemudia salah seorang murid bertanya, “yang 2 cangkir kopi melambangkan apa pak?” Sambil tersenyum sang Guru berkata, “Seberapapun padatnya waktu kita, masih ada waktu untuk bercengkerama dengan seorang teman.”

Dari Buku : Fight Like A Tiger, Win Like A Champion.Dharmadi Darmawangsa.


Story from the Job Fair

Continue reading

Oriflame di KOMPAS 2 Mei 2010 : 1 Full Page!!

artikel selengkapnya bisa dilihat disini (hal 32 ya)

MLM Disayang, MLM Ditentang

Bonus yang Diharap, Duka yang Didapat

Deden Gunawan – detikNews

Jakarta – Bisnis Multi Level Marketing (MLM) tidak melulu berisi kisah sukses orang-orang yang meraup bonus ratusan juta rupiah. Banyak juga pegiat MLM bergelimpangan bahkan merasa sudah terjadi penipuan. Tidak ada salahnya kita waspada, sebelum ikut menggeluti MLM.

Berbagai jenis MLM meramaikan Indonesia sejak 1980-an. Data dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) mencatat ada sekitar 60 MLM yang bergerak di Indonesia dan bergabung dengan APLI. Sebut saja misalnya Tianshi, CNI, K-Link dan lain-lain. Total penggiat MLM diperkirakan mencapai jutaan orang. Barang yang dijual mulai produk kesehatan sampai aksesoris. Namun ternyata tidak semua MLM bergabung dengan APLI.

Travel Ventures International (TVI) misalnya, MLM asal Inggris ini baru saja masuk ke Indonesia sejak Desember 2009. Namun MLM asal Inggris ini tidak bergabung dengan APLI, meskipun anggotanya sudah mencapai 47.000 orang. TVI memang banyak bergerak langsung secara online di internet.

“Jaringan kita adalah jaringan agen travel yang ada di seluruh dunia. Karena itu kami melakukan bisnis secara online,” jelas Ni Komang, leader TVI Express Indonesia saat ditemui detikcom di Jakarta, Rabu (21/4/2010).

Karena tidak bertatap muka langsung dengan para anggota jaringannya, TVI tidak merasa wajib bergabung dengan APLI, sebagai wadah resmi MLM yang beroperasi di Indonesia. Meski demikian, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berpendapat, MLM harus bergabung dengan APLI untuk melindungi para anggota jaringannya. Tujuannya jika sewaktu-waktu ada masalah, anggota dari MLM itu ada wadah untuk melapor.

“Selama ini kalau ada konsumen yang komplain dengan bisnis MLM bisa melapor ke APLI. Tapi jika MLM itu tidak masuk APLI, akan kemana member mengadu jika merasa dirugikan,” cetus Sudaryatmo dari YLKI, Kamis (22/4/2010).

Dalam penelusuran detikcom dari situs pengaduan online www.complaintsboard.com, banyak juga pegiat berbagai jenis MLM yang merasa menjadi korban, termasuk juga TVI. “Saya seharusnya dapat US$ 10.000. Tapi sudah 20 hari uangnya masih disimpan perusahaan (TVI) dan tidak diberikan,” kata Ramsam saat menyampaikan keluhan pada 9 Desember 2009.

Namun, seorang anggota TVI Indonesia, Tommy, merasa bergabung dengan TVI justru tidak ada masalah. “Saya sudah mendapatkan uang US$ 10.000. Bila jaringan saya aktif maka uang sebesar itu akan bisa saya dapatkan lagi secara cepat,” jelas Tommy dalam perbincangan dengan detikcom.

Oleh karena itu, YLKI juga mengingatkan, MLM kerap mengklaim punya jaringan internasional atau punya basis utama di luar negeri. Masyarakat harus berhati-hati, jangan sampai keluhan yang timbul tidak bisa diadukan lantaran terbentur dengan batas hukum suatu negara. Akibatnya masyarakat yang menjadi korban.

“Misalnya, jika MLM ini dibentuknya di Inggris secara otomatis member yang berasal dari Indonesia tidak bisa menjeratnya dengan hukum Indonesia jika merasa dirugikan. Sebab hukum di Inggris dan Indonesia berbeda. Ada kasus MLM peternakan burung onta di China, yang sempat merugikan member asal Indonesia. Mereka akhirnya tidak bisa berbuat banyak, meskipun dirugikan oleh MLM asal China tersebut,” beber Sudaryatmo.

Untuk mengantisipasi kerugian, Daryatmo kemudian meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih bisnis MLM. Sebab bisa-bisa para anggota bukannya mendapat untung malah tekor. Apalagi saat ini banyak pelaku penipuan berupaya memperdaya masyarakat dengan kedok bisnis MLM.

Belum lama ini, sebanyak 175 mahasiswa menjadi korban penipuan berkedok MLM. Kerugian yang diderita para mahasiswa tersebut mencapai miliaran rupiah. Pelaku penipuan itu kemudian diketahui bernama Indra Giri, seorang mahasiswa IPB. Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Irwansyah kepada wartawan, beberapa waktu lalu, modus operandi yang dilakukan Indra berupa ajakan kerjasama usaha MLM berupa souvenir dengan keuntungan 100-150 persen. Saat ini mahasiswa tersebut sudah ditahan di Polres Bogor.

Untuk menghindari jadi korban penipuan, kata Sudaryatmo, masyarakat yang tertarik berbisnis MLM sebaiknya harus meneliti dulu MLM yang akan diikutinya. Setidaknya bertanya dulu ke APLI untuk terhindar dari sasaran pelaku penipuan berkedok MLM. Tidak ada salahnya waspada sebelum menjadi korban.

(ddg/fay)

diunduh dari : artikel detiknews 23 April 2010

Oriflame sudah menjadi anggota APLI, untuk mengetahui apakah MLM sudah termasuk anggota APLI atau belum click disini

Oriflame in Femina 2010

Iklan Oriflame di Femina

Tahun ini ORIFLAME bener bener all out promosi untuk anggotanya. Selain Beauty Roadshow ada juga wawancara dan iklan radio (Hardrock, Cosmopolitan FM) dan media. Akhir tahun ini kantor Bulungan juga akan pindah ke Sudirman, menempati 3 lantai di Menara Satrio. Untung deh, soalnya Obeauty gank rata rata ngantor di SCBD.

Tetapi yang paling seru adalah International Membershipnya. akhir tahun ini, anggota dengan level tertentu bisa merekrut downline di seluruh dunia, 63 negara tempat Oriflame bernaung sekarang. Imagine! NO BOUNDARIES.( beberapa director bahkan sudah punya keanggotaan double dari sekarang ..). Ehm perusahaan tempat kerja sekarang sudah bercabang sebanyak ORIFLAME beluumm ? Yuuk buktikan bahwa ORIFLAME bukan perusahaan kampungan :) . Daftar di website baru kita, disini.

OBEAUTY juga get into the hype in APRIL :

Lunch with Ilna & Anti 6 April (yuwanti.rili@gmail.com)

BC Bogor gank Arisan Helga 11 April 2010 (info di silva.oriflame@gmail.com)

BC Bintaro dan BSD (tbc)

OOM ala Fanny (tbc)

ORIFLAME BEAUTY ROADSHOW : 29 Maret-4 April : Mall Taman Anggrek jakarta, 19-21 April : Bandung Indah Plaza, 3-9 May : Tunjungan Plaza- Surabaya, 18-24 May : Mal Ciputra – Semarang

Continue reading

Bazaar & Beauty Classes

BAZAAR @ Seminar Hypnoparenting NIZAMIA

Sabtu 20 Maret 2010 pk.8 sd 12 siang

@Auditorium Nurcholis Madjijd
Universitas Paramadina, Jl.Gatot Subroto 

BEAUTY CLASS @ BOGOR, rumah cupcakes

Minggu 21 Maret pk.10.00 sd 12.00 siang

@ rumah cupcakes sanggabuana 4 BOGOR

BEAUTY CLASS @ IMPERIAL CAKERY & CAFE

Kamis 25 Maret pk.18.30 sd 20.30 siang

Plaza Setiabudi 1, Ground Floor Unit A105
JL. H.R Rasuna Said Kav 62 Ph 522-3893

photos by : silva dan irra 

3 alasan untuk TIDAK join oriflame

#1.Oriflame bukan buat saya, saya kan nggak jago jualan.
Siapa bilang harus jago jualan? Katalog oriflame sangat bagus, sehingga dengan hanya melihatnya saja orang sudah tertarik untuk beli. Produknya impor dan harganya beragam, kosmetik is fun tidak perlu pengetahuan khusus untuk menawarkannya.
Nggak bisa juga ? Bagus. Karena grup kami di oriflame tidak fokus menjual. Kami hanya mengganti kebutuhan sehari hari (sabun, pasta gigi, deodorant) dengan produk oriflame dan ini sudah cukup. Nggak usah jualan. 
Masih nggak bisa juga ? Yakin bukan gengsi ? Banyak orang yang gengsi tinggi sehingga
tidak mau mencoba. Listen, gengsi will take you nowhere darlin’. Oriflame will take you to Paris next year. Pilih mana ?
#2.Saya punya pengalaman jelek “dipaksa” join MLM, ogah ah!
Saya punya pengalaman serupa, diajak ikut “seminar bisnis” ternyata penawaran MLM. Grup kami  selalu mengajak dengan straightforward, simple dan jujur. Lagipula
buat apa pakai dalih kalau pendaftarannya hanya seharga secangkir Frappucino ?
Dan ketika anda tahu bahwa disini bisa menghasilkan income puluhan juta, anda akan merasa beruntung telah “dipertemukan” dengan Oriflame.
#3.Thanks, saya sudah “cukup”. Nggak perlu uang tambahan.
Nggak hanya orang yang BU (butuh uang) yang join Oriflame. Sebagian melakukannya untuk memperluas pertemanannya. Grup kami terdiri dari ibu rumah tangga, part-timer, dan wanita/pria bekerja yang menarik dan berpikiran positif. Kami sering berkomunikasi lewat milis,BB group dan sesekali mengadakan tea party. Its fun!
Sebagian lagi ikut Oriflame karena fleksibilitas waktu kerjanya. Itu berarti lebih banyak waktu berkualitas untuk keluarga dan diri sendiri. Yang lain join Oriflame karena ingin jalan jalan ke luar negeri 2 kali setahun dan bertemu anggota Oriflame dari 63 negara lainnya.
Alesan apa lagii…? :)
Smooches, Nuri

Sorry, gue nggak akan bisa ganti MAC gue dengan Oriflame…

“Okay (you think) berarti gue nggak cocok nih Oriflame-an, karena gue gengsi jual jualan, gue nggak make Oriflame dan  pastinya gue nggak akan bisa ganti my MAC with Oriflame!”

Hmm.. lets think about it ..

Sehari hari kita mandi, makan, sikat gigi dan dandan. There are some brands that we simply can not live without (like MAC) but there are some we take for granted. Kayaknya gue jarang deh ketemu orang yang fanatik sama merek sabun tertentu, merek pasta gigi tertentu ataupun (bagi cowok) mungkin merek shampoo atau sunscreen tertentu. Kenapa nggak kita membuat produk-produk tersebut “bekerja” untuk kita ? Daripada sembarang pasta gigi yang fungsinya cuma membersihkan, sekarang pasta gigi gue juga investasi gue. Karena pasta gigi ini yang akan buat gue kaya (kasarnya hehehe). See, rasanya lebih baik kan, mengetahui kalau hal hal kecil yang kita lakukan punya nilai plus, punya tujuan.

Nggak penting deh Nuri, tujuan tujuan kecil itu (you said). Loh, penting lagi. Tercapainya tujuan kecil kan demi mencapai Tujuan Besar. Towards the greater goods of improving my life quality. Iya dong! Coba pikir lagi, banyak hal yang kita harus korbankan demi mencapai the GREATER GOODS.  Sekolah, pake seragam, emang suka seragaman ? nggak variatif gitu..tetapi we did it anyway agar bisa belajar di sekolah, mendapat ilmu, kerja yang bagus, membahagiakan orang tua (=towards the greater goods). Pacaran, bayarin pacar dinner, ke salon supaya dipuji, semuanya itu kan investasi. Buat apa ? supaya si idaman mau jadi pacar kita, membuat kita bahagia (=towards the greater goods). So its amazing hal hal kecil yang kita lakukan sebagai investasi hal yang lebih besar.

(you said) Walaupun gue bisa ganti pasta gigi gue dengan Oriflame, gue nggak mau ah ganti MAC gue dengan Oriflame.

Hey, its ok, gak masalah.  Semua orang punya cult brandnya masing masing.

Terus gue nggak perlu ganti MACnya  dengan Oriflame ? (you said).

Yaa nggak usah. Ganti pasta gigi, shampoo, sunscreen dan sabun aja udah cukup kok untuk pembelanjaan yang disyaratkan supaya dapet bonus.

O? cuma segitu doang cukup ? (you said)

Iya. So go ahead, enjoy your MAC. For the rest, invest towards the greater goods. Period.

Beauty Kisses,

Nuri

Haaa? Lo join Oriflame? Emangnya lagi butuh duit ya ? ; Story of the young and GBU type (GBU: Gak Butuh Uang)

Some friends in my circle are well paid working ladies. Gaji 10-15 juta sih di tangan, and they’re not even 30 yet. So money is not a problem. At least for now. And for later on, they’re expecting there will be ‘prince charming’with a white horse to come and save them from working forever, and pay for their ZARA sale, and off course annual Bali trips.

Thus, banyak dari mereka yang kasarnya kaum GBU (gak butuh uang). Jadi waktu ngajak join Oriflame, reaksinya adalah Kenapa Ri ? Lo butuh duit ya?.

Here’s for all my Girlies, memang siih dompet lo mungkin LV tapi itu kan sekarang, sepatu Salvatore, itu kan sekarang. We will never know apa yang akan terjadi 5 tahun lagi, 10 tahun lagi ? Do we still have the money, do we still have our hubbies to cling to for financial support? Will our career have the same success as we expected.. you’ll never know. Thatssss why kenapa perluu yang namanya PAYUNG persiapan sebelum hujaaan. Payung gue adalah Oriflame.

Lalu , what about our dreams?, mau jalan-jalan ke luar negeri (nggak cuma the Bs trip as in Bali dan Bangkok loh), mau punya mobil, mau punya duit banyak ? Are those just merely dreams? Or have we sacrificed those dreams dengan kebutuhan yang lain (urus anak, kebutuhan rumah tangga, bayar sekolah) Hmm gue sii nggak mau. I wanna be old and happy and prosperous. Makanya gue INVESTASI sekarang, Investasi gue lewat Oriflame.

Terus kalo udah tua urusannya sama Tuhan kan ya ? dengan bisnis jaringan ini gue bisa bantu orang lain. My RT Assistants atau OB for example. That’s another factor : PAHALA. Belum lagi quality time sama anak, nggak harus lembur malem malem, bisa bacain cerita sebelum mereka bobo, anterin sekolah. Precious times that can not be replaced.

Dear my Girlies, mungkin sekarang kalian juga punya tabungan sendiri. Asuransi untuk Payung, dan Reksadana untuk Investasi. Well, I have those also but I figure the fastest way to get what I want is through Oriflame.

Jadi sekarang kalau kalian tanya : Lagi butuh duit ? jawabannya IYAlaaah. Mungkin nggak buat sekarang ,buat nanti. Buat Payung, buat investasi. Lewat Oriflame bisa plus bonus pahala juga, dan buat waktu yang lebih banyak untuk keluarga. Kalau kalian tau cara lain, you might as well share.. I’m more than happy to listen. Because, we’re not living only for TODAY girls.

Beauty Kisses,

Nuri

Oriflame ? Udah banyak lagiiii…

Jawaban itu yang paling sering saya dengar kalau ngajak teman Oriflame-an. “Aduh sori ya ri, bukannya nggak mau tapi di kantor gue udah ada” atau “Wah udah banyak tuuh teman temanku yang Oriflame juga. Nanti aku rekrut siapa dong ?”

Sebenernya sama aja sih dengan pertanyaan berikut : “Eh usaha burger yuk!” atau “Eh jualan gorengan yuk” pasti ada juga yang menolak dengan alasan “Udah banyak lagi…”

Right. It is, undeniably, TRUE. Kalau Oriflame sudah banyak yang ikut.

Kenapa? Jelas karena semua orang ingin berhasil lewat Oriflame. Karena Oriflame jualnya gampang. Karena Oriflame sudah ada dari th 1986 di Indonesia. Kalau anggotanya sedikit malah jadi tanda tanya kan, sudah lama kok nggak berkembang. Naah, karena sudah terpercaya dan banyak buktinya itulah semua orang berlomba lomba ikut Oriflame. Everybody wants to jump in the ‘money’train..

Masalahnya dalam perjalanan kereta itu banyak yang turun di tengah jalan, alias nggak konsisten. Mau penghasilannya tapi tutup poin aja males, mau bonusnya tetapi nggak mau rekrutin orang. Jadinya mereka berhenti di stasiun berikut.

Sebagian yang lain, kerja keras di dalam gerbongnya. Mereka nggak Cuma duduk manis tapi jalan dari gerbong ke gerbong depan. Jualan, rekrut, expanding their circle dengan kenal orang baru dan nawarin Oriflame, teruss begitu. Yang seperti ini yang akan sampai tujuan J Apalagi system Oriflame memungkinkan peluang yang sama antara orang yang baru ikut dengan yang sudah ikut bertahun tahun. Banyak yang baru naik kereta, karena dia ‘lari’ sekarang sudah gerbong paling depan.

Mau yang lebih pinter lagi ? masuk ke gerbong yang penuh dengan orang orang yang semangat. Gerbong dimana semua orang didalemnya berdiri dan mendukung yang lain untuk jalan ke depan bareng. Seperti BossFam. Didalamnya banyak leader yang penuh semangat, join milisnya jadi semangat terus.

Anyway, the point is : yang ikut Oriflame memang sudah banyak, tetapi potensi keberhasilannya sama antara member baru dan lama. Dengan bekerja keras dan bekerja ‘pintar’ (pakai Web replica, expanding your circle, pakai facebook) dan masuk di lingkungan yang mendukung, pasti bisa.

Yang jelas, with or without you, the money train is leaving on schedule. And the more you wait, the more opportunity you loose. Nggak mau doong duduk di gerbong paling belakang ?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.